◉ HEADLINES

Penikahan LGBT bertentangan dengan Pancasila: Calon presiden Indonesia, Anies

Mengulas lanjut Anies Baswedan, secara peribadi mengakui tidak bersetuju dengan LGBT dan ia tidak akan diakui di Indonesia

1:02 PM MYT

 

KUALA LUMPUR — Calon presiden Indonesia, Anies Baswedan, dengan tegas menyuarakan pendiriannya menentang pernikahan lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT) kerana ia bertentangan dengan ajaran agama Islam.

“Indonesia adalah negara Pancasila (dasar negara). Dalam negara Pancasila, yang pertama adalah ketuhanan Yang Maha Esa dan keputusan kita merujuk kepada agama,’’ katanya dalam program Total Politik X Desak Anies di Jakarta, semalam.

Anies, 54, adalah ahli akademik, aktivis dan ahli politik serta pernah menjadi Gabenor Jakarta pada 2017 hingga 2022.

Beliau juga adalah pengasas Indonesia Mengajar, iaitu program yang memberi peluang kepada graduan universiti untuk mengajar selama setahun di seluruh negara.

Pilihan Raya Umum (Pemilu) akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Ia menyaksikan pertandingan bagi tiga calon presiden iaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto serta Anies.

Mengulas lanjut Anies, secara peribadi mengakui tidak bersetuju dengan LGBT dan ia tidak akan diakui di Indonesia.

“Kalau negara sekular, dia tidak memasukkan unsur agama dalam membuat keputusan. Kalau negara Indonesia, yang disebut sebagai pernikahan itu adalah proses keagamaan.

“Ketika agama tidak memberikan status menikah, negara tidak bisa mengakui itu sebagai pernikahan, betulkan? Dan Indonesia tidak mengakui sebagai pernikahan.

“Saya (secara) peribadi tidak setuju dengan LGBT, kerana itulah, kemudian kita juga mengatakan LGBT tidak bisa diakui di Indonesia, sama sekali tidak akan, dan itu harga mati (kekal),’’ ujarnya yang dilaporkan oleh detiknews.

Meskipun tidak bersetuju dengan LGBT, Anies bagaimanapun tetap menghargai komuniti LGBT dan menyatakan golongan berkenaan tetap diperlukan sebagai warga Indonesia pada umumnya.

“Kita menghargai hak asasi manusia, kita menghormati hal itu, jadi hak-hak peribadi harus dilayani negara, tidak boleh diskriminasi. Ia adalah hak mereka sebagai warganegara,’’ katanya. – 23 Disember, 2023

Topics

 

◉ Hangat

38% of AirAsia flights delayed in 2024: Loke

Minister outlines measures to improve on-time performance, including incentives, penalties, and full refunds for major delays

Malaysia suffers RM2.7bil losses from online scams in 11 months, reveals CCID

Bukit Aman’s Commercial Crime Investigation Department highlights telecommunications and e-commerce fraud as the biggest culprits in rising cybercrime figures

No, Malays could not fly: Scholars call out pseudohistory

UPSI and DBP academics urge discipline in handling history after Prof Solehah’s claims of Malays teaching China ‘flying kung fu’

◉ Related